Breaking News

Modul Skolastik PPPK | KEMAMPUAN VERBAL : ANALOGI

KEMAMPUAN VERBAL : ANALOGI | Modul Skolastik PPPK

KEMAMPUAN VERBAL
TES ANALOGI


Pengertian Tes Analogi

Tes analogi merupakan salah satu bentuk tes kemampuan verbal yang dikerjakan dengan menentukan hubungan makna antara dua kata. Tes analogi sering disebut juga dengan tes padanan hubungan kata. Memalui tes ini, kemampuan dan pengetahuan seseorang dalam mengartikan arti kata, fungsi kata, hubungan antar kata, dan pemakaian serta padanan fungsi dengan kata yang lain dapat diketahui.


Tujuan dan Fungsi Tes Analogi

  • Mengetahui kemampuan seseorang dalam menentukan persamaan hubungan makna antara dua kata;
  • Mengetahui kemampuan seseorang dalam mengartikan kata, fungsi kata, hubungan anta kata, dan pemakaian serta padanan fungsi dengan kata yang lain;
  • Mengetahui pengetahuan dan wawasan seseorang;
  • Mengetahui ketelitian dan kejelian seseorang.

TIPS DAN TRIK

Sebelum mengerjakan tes analogi

  • Perbanyak kegiatan membaca buku atau literature yang mendukung, karena seperti halnya tes sinonim dan antonym, dalam tes ini keleluasaan pengetahuan dan wawasan seseorang juga dapat dilihat;
  • Perbanyak perbendaharaan kosa kata, dengan jeli mencari/membaca arti kosa kata yang baru didapatkan/diperoleh di dalam kamus;
  • Pelajari materi-materi tes analogi atau padanan hubungan kata. Dengan demikian, dapat mengerjakan tes dengan sesungguhnya;
  • Perbanyak berlatih dengan mengerjakan soal-soal padanan hubungan kata/analogi;
  • Perbanyak perbendaharaan kata dan mengasah pengetahuan juga dapat dilakukan dengan sering mengerjakan teka-teki silang;
  • Persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Sering kali, seseorang sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengerjakan tes. Namun, ketegangan atau kondisi fisik yang kurang prima, menyebabkan hasil tes yang tidak baik;
  • Usahakan tiba di tempat ujian lebih awal, dan tidak terlambat;
  • Persiapkan hal-hal yang perlu dibawa pada saat ujian, seperti kartu ujian, kartu identitas, dan perlengkapan lainnya sebelum berangkat.

Saat mengerjakan tes analogi

  • Berdoalah sebelum mengerjakan tes;
  • Dengarkan baik-baik arahan dari pengawas;
  • Isilah identitas diri dengan lengkap dan rapi;
  • Cermati waktu yang disediakan untuk mengerjakan tes;
  • Gunakan waktu sebaik mungkin, bekerjalah denga cepat, tepat dan teliti;
  • Jangan langsung menjawab soal tanpa membaca terlebih dahulu petunjuk soal pengerjaan soal tes;
  • Hal yang paling penting dalam mengerjakan soal padanan kata adalah menemukan kata kunci atau hubungan khusus dari dua atau lebih kata yang disajikan;
  • Semakin khusus/spesifik, maka akan semakin mudah untuk menemukan hubungan yang sesuai.


Misalnya:

BEBEK : AYAM
a. Kuda : Jalak
b. Sapi : Lele
c. Laron : Cicak
d. Kunang-kunangan : Kalkun
e. Nila : Hiu

Jika ditentukan hubungannya adalah sama-sama hewan, maka itu masih terlalu umum, dan semua pilihan jawaban adalah benar. Tetapi, bila ditentukan hubungannya yang lebih khusus/spesifik, bahwa BEBEK:AYAM adalah sama-sama ungags, maka jawaban yang tepat adalah
Nila : Hiu yaitu sama-sama ikan.

  • Bila telah menemukan hubungan kata, tetapi masih mengalami kesulitan, maka buatlah kata – kata tersebut menjadi sebuah kalimat dengan menggunakan analogi yang ada.
  • Hubungan kata harus mempunyai urutan yang sejalan/searah dengan soal.
Misalnya:

KEPALA : TOPI
a. Kuas: Lukis
b. Bangku : Taman
c. Bibir : Lipstik
d. Gelang : Tangan
e. Sandal : Kaki

Topi dikenakan di kepala (urutannya topi dulu kaki). Bila menentukan jawaban, maka urutannya juga harus dari belakang. Tidak boleh memilih ‘gelang dikenakan di tangan’, karena urutannya terbalik. Jadi, hubungan kata yang mempunyai urutan sama dengan soal adalah lipstik dikenakan di bibir. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah jawaban C.


CONTOH TES ANALOGI YANG SERING MUNCUL


=> MERPATI : NURI (kelompok burung)
      Cupang : Pari (kelompok ikan)

=> BELAJAR : PANDAI (banyak belajar agar pandai)
      Berpikir : Arif (banyak berpikir agar arif)

=> KAMPUNG : SAWAH (di kampung banyak dijumpai sawah)
      Kota : Gedung ( di kota banyak dijumpai gedung)

=> JANJI : BUKTI (janji harus disertai bukti)
     Ucapan : Tindakan (Ucapan harus disertai tindakan)

=> SUNGAI : JEMBATAN (agar bisa melewati sungai, harus mencari jembatan)
     Masalah : Jalan keluar (agar bias melewati masalah, harus mencari jalan keluar)

=> MATAHARI : TERANG (adanya matahari menjadi terang)
     Api : Panas(adanya api menjadikan panas)

=> UMUM : LAZIM (umum sama artinya denga lazim)
      Langsing : Ramping (langsing sama artinya dengan ramping)

=> SISWA : BELAJAR (tugas utama siswa adalah belajar)
      Ilmuwan : Meneliti (tugas utama ilmuwan adalah meneliti)

=> AIR : ES (air didinginkan menjadi es)
      Uap : Air (uap didinginkan menjadi air)

=> APOTEKER : OBAT (apoteker membuat obat)
      Koki : Masakan (koki membuat masakan)



Tidak ada komentar