Breaking News

Indonesia akan melanjutkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca

Indonesia akan melanjutkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia pada hari Jumat menyatakan telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca setelah meninjau laporan yang menyebabkan pembekuan darah di antara beberapa penerima di Eropa.

Badan tersebut mengatakan bahwa meskipun vaksinasi dapat menyebabkan "efek samping" setelah imunisasi, "risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi."

"Manfaat pemberian vaksin AstraZeneca COVID-19 lebih besar daripada risikonya," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Distribusi vaksin AstraZeneca akan dimulai Senin depan, kata pejabat kementerian kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

"Semakin dini kami mendistribusikan vaksin, semakin cepat kami bisa keluar dari pandemi ini," katanya dalam konferensi pers.

"Jangan takut divaksinasi."

Namun, BPOM mewaspadai penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang dengan jumlah trombosit darah rendah, yang dikenal sebagai trombositopenia, dan gangguan pembekuan darah.

Asrorun Niam Sholeh, dari Majelis Ulama Indonesia, Jumat mengatakan meski dianggap haram atau tidak dibolehkan menurut Islam, majelis telah menyetujui vaksin AstraZeneca untuk digunakan mengingat keadaan darurat.

Indonesia sedang bergulat dengan salah satu wabah virus korona terburuk di Asia - dengan 1.437.283 kasus dan 38.915 kematian.

Seperti banyak negara, Indonesia telah menunda pemberian vaksin AstraZeneca menyusul beberapa laporan penggumpalan darah di antara orang-orang yang menerima vaksin di Eropa, mengatakan menunggu hasil peninjauan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Badan Obat Eropa minggu ini mengatakan tidak ada indikasi kejadian tersebut disebabkan oleh vaksinasi, pandangan yang digaungkan oleh WHO. AstraZeneca juga mengatakan tinjauannya tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah.

Indonesia memulai program vaksinnya pada bulan Januari, menggunakan vaksin Sinovac Biotech CoronaVac.

Indonesia menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui skema aliansi vaksin COVAX bulan ini dan akan menerima sekitar 10 juta lagi dalam dua bulan ke depan.

Tidak ada komentar