Mitologi Nian, Makhluk Buas yang Muncul saat Imlek Cikal Bakal Barongsai

Mitologi Nian, Makhluk Buas yang Muncul saat Imlek Cikal Bakal Barongsai
Mitologi Nian, Makhluk Buas yang Muncul saat Imlek Cikal Bakal Barongsai


Menjelang Tahun Baru Imlek, banyak tradisi dan kepercayaan yang diusung untuk memeriahkan kesakralan momen tersebut. Termasuk menggunakan pakaian merah dan tarian barongsai yang konon berkaitan dengan salah satu mitologi kuno dari China, yaitu mitologi Nian.

Nian adalah salah satu karakter kunci di Tahun Baru Imlek dan para sarjana menyebutnya sebagai alasan di balik beberapa praktik selama perayaan, seperti mengenakan pakaian merah dan membuat suara dari drum dan kembang api, termasuk tarian  Barongsai. 

Menurut mitologi China, 'Nian' adalah binatang buas yang hidup di bawah laut atau di pegunungan. Beberapa ahli sejarah menggambarkan bentuknya yang lebih besar dari gajah dengan dua tanduk panjang dan banyak gigi tajam. 

Menurut legenda, seekor binatang buas bernama Nian akan datang pada Malam Tahun Baru Imlek untuk melahap penduduk desa, ternak, dan tanaman. Untuk melindungi diri dari makhluk mitos, orang-orang akan meletakkan makanan di depan pintu mereka, berharap Nian tidak akan menyakiti siapa pun setelah memakannya.


Mitologi Nian, Makhluk Buas yang Muncul saat Imlek Cikal Bakal Barongsai
Ilustrasi makhluk Nian yang menjadi bagian dari tradisi Imlek. (Instagram/@topchinatravel).


Suatu malam, beberapa warga melihat Nian takut pada seorang anak berpakaian merah. Sejak saat itu, mereka telah menggantung lentera merah dan gulungan musim semi dengan bait untuk menjauhkan binatang itu selama satu tahun lagi.

Orang-orang bahkan akan saling menyapa dengan mengatakan "Gong Xi Fa Cai," atau "Selamat," pada Malam Tahun Baru untuk menakut-nakuti binatang mitos. Untuk alasan yang sama, tarian Nian atau barongsai dilakukan pada setiap malam Tahun Baru Imlek.

Kelemahan dari Nian tersebut adalah sensitif terhadap suara keras, api, dan takut pada warna merah. Beberapa legenda lokal mengaitkan tarian singa Cina dengan legenda nian. Tradisi ini berawal dari cerita penyerangan nian di sebuah desa. 

Tradisi petasan, lentera merah, dan jubah merah yang banyak ditemukan dalam penggambaran barongsai berawal dari rencana penduduk desa di mana drum, piring, dan mangkuk kosong dipukul, jubah merah dipakai, dan petasan dilempar sehingga menimbulkan suara dentuman keras. yang mereka harapkan akan mengintimidasi nian. 

Menurut mitos yang sama, ia ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang biksu Tao kuno, dan menjadi tunggangannya.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama