Breaking News

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh dengan Cara Pembelajaran 5M

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh | Cara Pembelajaran 5M

Bagi Guru di Situasi Wabah Virus Corona dengan Cara Pembelajaran 5M

Belajar di rumah, belajar disekolah, tetap berpihak pada anak. Bagaimana caranya?

Guru dan orang tua yang berdaya menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan anak.

1. Memanusiakan Hubungan
Praktik pembelajarn yang dilandasi orientasi pada anak berdasarakan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid dan orangtua.



Anjuran

Lakukan pengumpulan informasi terlebih dahulu menegenai kesiapan orangtua dalam mendampingi murid melakukan pembelajaran jarak jauh. Faktor yang setidaknya perlu dipertimbangkan: akses orangtua terhadap teknologi, pola kerja orangtua dan tingkat pendidikan orangtua. (Prioritas)

Sediakan waktu berbincang bebas dengan orangtua dan murid untuk mendapatkan gambaran kondisi yang mereka alami. Membangun kepercayaan diri murid dan orangtua, menghadirkan dukungan, pendorong semangat dan bantuan profesional. (Prioritas)

Memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan. Pastikan durasinya maksimal 80% dari jam belajar normal untuk meneydiakan waktu belajar tidak terstruktur. Durasi ini bisa disesuaikan melalui koordinasi dengan guru yang mengajar pada kelas yang sama dan dengan murid/orangtua. (Menantang)

Membangun kesepakatan dengan orangtua terkait cara pengerjaan tugas murid, jadwal dan durasi konferensi guru. (Menantang)

Menyiapkan aktivitas dan tugas belajar yang memadukan tujuan kurikulum, minat murid dan isu yang sedang hangat dibicarakan. (Meanantang)


Hindari

Hindari membuat aturan tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orangtua.

Hindari memaksakan tugas harus dikerjakan dengan kriteria dan durasi kecepatan yang sama untuk semua murid.

Hindari menuntut orangtua untuk mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan faktor kendala dalam melakukan pendampingan.


2. Memahami Konsep

Praktik pembelajaran yang memadu murid bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks.

Anjuran

Lakukan penjelasan terlebih dahulu kepada orangtua khususnya pada kelas kecil tentang tujuan dan proses belajar jarak jauh dan penggunaan aplikasi atau situs melalui video tutorial atau infografis. (Prioritas)

Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran. Rancang tugas atau kegiatan belajar yang bisa mencakup 2-3 pelajaran. (Prioritas)

Berilah tugas yang terkait dengan lingkungan rumah pada kelas kecil dan terkait dengan persoalan yang sedang hangat dibicarakan. (Menantang)

Sediakan pertanyaan terbuka pada instruksi penugasan yang memfasilitasi murid untuk mengekspresikan pendapatnya. Contoh: pada kelas kecil apa yang kamu sukai dari tugas hari ini? Pada kelas besar, apa kaitan antara konsep yang kamu pelajari hari ini dengan persoalan masyaraat saat ini (Menantang)


Hindari

Hindari memberikan tugas sekedar untuk latihan soal atau pengerjaan LKS, tanpa disertai diskusi dan refleksi.

Hindari memberi tugas yang meminta murid hanya memindahkan materi dari buku teks ke lembar tugas.

Hindari menuntut orangtua untuk mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan faktor kendala dalam melakukan pendampingan.


3. Membangun Keberlanjutan

Praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik.
 

Anjuran

Membuat panduan tugas yang rinci namun tidak mendikte. Pastikan orangtua/murid  memahami instruksi namun tidk terkekang dalam belajar. (Prioritas)

Pastikan memberi umpan balik  pada setiap penugasan yang diberikan kepada murid. Pada kelas kecil, umpan balik bisa berupa kalimat penyemangat. Pada kelas besar, umpan balik perlu spesifik pada bagian tugas yang perlu diperbaiki. (Prioritas)

Perbanyak asesmen formatif untuk membantu murid memahami kemampuan awalnya dan kebutuhan belajar berikutnya. Pada kelas kecil, asesmen formatif bisa berupa pertanyaan yang dapat dijawab dengan gambar atau ekspresi murid. Pada kelas besar, asesmen formatif yang sederhana (pilihan ganda), singkat (3-5 butir soal dan hasilnya bisa langsung diketahui. (Prioritas)

Pastikan ada kriteria keberhasilan yang digunakan dalam penilaian dari setiap tugas yang diberkan. Pada kelas kecil, pastikan orangtua memahami kriteria keberhasilan itu. Pada kelas besar, diskusikan kritaria kebrhasilan dengan murid. (Menantang)

Pastikan melakukan refleksi berkala sebagai titik periksa kemajuan pengerjaan tugas. Sepakati waktunyadengan orangtua pada kelas kecil dan dengan muridpada kelas besar. (Menantang)


Hindari

Hindari memberi tugas tanpa memberi umpan balik kepada orangtua pada kelas kecil dan murid pada kelas besar.

Hindari memberikan ganjaran (reward) untuk keberhasilan murid mengerjakan tugas.

Hindari hanya memberikan tugas sebagai sumatif, tanpa membuat asesmen formatif untuk membantu murid memahami kemampuan awalnya dan kebutuhan belajar berikutnya.


4. Memilih Tantangan


Praktik pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna.


Anjuran

Sediakan pilihan jam belajar. Pada kelas kecil, jam belajar perlu luwes menyesuaikan jam aktivitas orangtua. Pada kelas besar, sediakan pilihan jam belajar sesuai jam sekolah atau jam mengerjakan tugas. (Prioritas)

Kombinasikan aktivitas dengan diskusi atau bergerak,  tidak hanya duduk dan menulis saja atau aktivitas bergerak saja. (Menantang)

Sediakan pilihan tugas. Perlihatkan beberapa aktivitas dari sumber berbeda. Beri kesempatan murid memilih tugas yang bisa dilakukannya, kemudian sepakati bersama orangtua. Anjuran ini semakin penting untuk murid berkebutuhan khusus. (Menantang)


Hindari

Hindari memberikan  tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit kbagi murid.

Hindarimemberikan tugas sesuai kurikulum, tanpa mengaitkan dengan lingkungan atau kehidupan sekitar.

5. Memberdayakan Konteks


Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan.


Anjuran

Menyediakan tugas yang membuat murid bisa menerapkan kemampuannya pada konteks atau tugas sehari-hari di rumah. (Prioritas)

Satu kegiatan belajar bisa mencakup lebih dari 1 pelajaran.  Rancang tugas atau kegiatan belajar yang bisa mencakup2-3 pelajaran. (Prioritas)

Bagi murid yang tidak memiliki gawai, guru bisa membentuk kelompok murid yang tinggalnya berdekatan, untuk memudahkan guru dalam pengiriman tugas dan pengumpulan tugas melalui orangtua. Bila murid yang tidak memiliki gawai dan lokasinya jauh dari team satu sekolah, guru sebaiknya mendatangi rumah murid tersebut untuk memberikan tugas. Pengiriman dan pengumpulan tugas hendaknya tidak perhari, tepi perminggu atau 2 minggu. (Menantang)

Menyediakan tugas yang membuat murid dan orangtua merasa berkontribusi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarkan. (menantang)


Hindari

Ditengah situasi wabah Corona, hindari memberi tugas yang mendorong  murid berinteraksi dengan banyak orang seperti keluar rumah untuk mencari atau membeli bahan dan perlengkapan tugas.

Hindari memberi tugas hanya dari satu sumber atau buku teks semata.

Hindari memberikan tugas yang sama untuk semua murid tanpa memprtimbangkan kebutuhan dan kondisi murid yang berbeda di rumah atau wilayah.



Sumber:
Buku Panduan Sekolah Lawan Corona



Tidak ada komentar