Breaking News

Beberapa foto historis Indonesia yang jarang dipublikasikan (2)

16 - Tidak selalu langka, namun kurang dikenal. Tim sepak bola Hindia Timur (Indonesia) menjadi negara Asia pertama yang bersaing di Piala Dunia FIFA. Hindia Timur berkompetisi di Piala Dunia 1938 dan kalah dalam satu-satunya pertandingan yang dimainkannya.


Tim sepak bola Hindia Timur (Indonesia) menjadi negara Asia pertama yang bersaing di Piala Dunia FIFA

17 - Presiden Sukarno di sore hari dengan Elvis Presley. Sukarno dikenal tidak menyukai budaya pop Amerika, namun ia kadang-kadang menghabiskan waktunya disekitar selebritas terkenal seperti Elvis Presley, Joan Blackman, dan Marilyn Monroe.

Presiden Sukarno di sore hari dengan Elvis Presley

18 - Jemaah haji dari Kepulauan Kei yang terpencil di Indonesia timur akan melakukan haji. Ziarah bisa memakan waktu enam bulan di laut yang kasar. Ini adalah kewajiban agama bagi Muslim yang mampu melakukannya (secara fisik dan finansial).

Jemaah haji dari Kepulauan Kei yang terpencil di Indonesia timur

19 - Dikenal sebagai “Triad Intelektual” (Tiga Serangkai) Ki Hadjar DewantoroErnest Douwes Dekker, dan Cipto Mangunkusumo. Orang-orang itu adalah pemimpin intelektual di antara orang Indonesia di awal tahun 1900-an.

Ki Hadjar Dewantoro, Ernest Douwes Dekker, dan Cipto Mangunkusumo

20 - Indonesia menjadi tuan rumah FESPIC Games 1986, acara olahraga Asia untuk para atlet penyandang cacat fisik. Tahun ini, pada tahun 2018, Indonesia mendapat kesempatan lain untuk menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

FESPIC Games 1986

21 - “pasar terapung” yang terkenal di Banjarmasin satu abad yang lalu. Saat ini pasar terapung ini masih ada sebagai cara tradisional untuk melakukan bisnis dan objek wisata di Kalimantan Selatan.

pasar terapung yang terkenal di Banjarmasin satu abad yang lalu

22 - Pemugaran Candi Borobudur, candi Budha terbesar di dunia, sekitar tahun 1975. Pengetahuan seluruh dunia tentang keberadaannya dipicu pada tahun 1814 oleh Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjadi penguasa Inggris di Jawa.

Pemugaran Candi Borobudur, candi Budha terbesar di dunia, sekitar tahun 1975

23 - Juara dunia tinjuMuhammad Ali, menaiki becak di jalan Jakarta. Muhammad Ali mengunjungi Indonesia beberapa kali dan bertarung melawan juara Belanda, Rudi Lubbers, di Jakarta.

Juara dunia tinju, Muhammad Ali, menaiki becak di jalan Jakarta

24 - Letusan Gunung Krakatau (Krakatoa) di Lampung sekitar tahun 1920-an. Letusan ini lebih kecil dibandingkan dengan yang sebelumnya pada tahun 1883 yang dianggap sebagai salah satu letusan gunung berapi yang paling merusak dalam sejarah.

Letusan Gunung Krakatau (Krakatoa) di Lampung sekitar tahun 1920-an

25 - Jalan Pasar BaruBandung, selama pendudukan Belanda. Hari ini menjadi pusat komersial yang sibuk dengan lalu lintas macet, dengan sebagian besar orang membeli pakaian, dan jalan ini tetap menjadi kabupaten penting di Bandung.

Jalan Pasar Baru, Bandung, selama pendudukan Belanda

26 - Presiden Sukarno dan seniornya, Haji Agus Salim, berjalan di tepi Danau Toba di Parapat. Agus Salim adalah salah satu pendiri dan diplomat terkemuka Indonesi

Presiden Sukarno dan seniornya, Haji Agus Salim

27 - Marie Thomas, dokter wanita Indonesia pertama. Dia adalah orang Minahasa yang lulus dari sekolah kedokteran STOVIA. Dia bekerja di rumah sakit terbesar di Indonesia pada saat itu, Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting.

Marie Thomas, dokter wanita Indonesia pertama

28 - Raja Chulalongkorn dari Thailand dengan keluarga kerajaannya di Bogor, Indonesia, lebih dari seabad yang lalu. Raja terkesan dengan Kebun Raya Bogor di mana ia berkunjung.

Raja Chulalongkorn dari Thailand

29 - Orang-orang membanjiri jalan-jalan dalam sebuah demonstrasi anti-Amerika sekitar tahun 1960-an, mereka memegang bendera dan spanduk yang menggambarkan Presiden Sukarno, simbol komunisme sabit dan palu, dan slogan-slogan anti-imperialisme.

demonstrasi anti-Amerika

30 - penerjun payung wanita Indonesia, Herlina Kasim, di antara rekan prianya sebelum misi di Papua Barat. Herlina berperang melawan pasukan Belanda di hutan Papua Barat selama periode pembebasan.

penerjun payung wanita Indonesia, Herlina Kasim

Tidak ada komentar